Kembali lagi , semoga ga bosen ya,hehe. Untuk kali ini saya akan mensimulasikan Server DNS pada suatu jaringan komputer secara sederhana. Sebelum saya melakukan simulasi tersebut, ada yang tahu apakah itu DNS??. Well, DNS merupakan kependekan dari
Domain Name System. DNS sendiri merupakan suatu sistem yang digunakan untuk menerjemahkan alamat suatu
domain hostname menjadi alamat suatu protokol IP. Contohnya seperti ini, misalkan kita ingin mengakses
google, kita tinggal mengetikkan
www.google.com, nah setelah kita mengakses alamat
hostname tersebut, sistem ini akan mengarahkan alamat domain tadi menuju ke 8.8.8.8 (karena alamat ini merupakan alamat IP google).
Intinya adalah, sistem ini mempermudah kita untuk mengakses informasi dari suatu alamat domain, sehingga tidak harus menghafalkan alamat IP dari suatu website. DNS bisa disamakan fungsinya dengan buku telepon. Dimana setiap komputer yang ada di jaringan Internet pastinya memiliki host name (nama komputer) dan alamat IP. Secara umum, setiap client yang akan mengkoneksikan komputer yang satu ke komputer yang lain, akan menggunakan host name. Lalu komputer anda akan menghubungi DNS Server untuk mencek host name yang anda minta tersebut berapa alamat IP tersebut. Alamat IP ini yang digunakan untuk mengkoneksikan komputer anda dengan komputer lainnya.
Ok , lebih baik disimulasikan saja biar ga bingung dengan penjelasan di atas.
1. Siapkan 1 buah komputer, 2 buah Server (pilih di bagian End Devices) dan 1 buah switch, untuk
switch ini dipilih di bagian switches(sebelah kanannya Routers), kemudian pilih yang 2950-24.
Sehigga akan tampak seperti pada gambar di bawah ini . Kalau misal masih bingung mencari
dimana switch yang saya maksud tadi , lihat pada bagian yang saya lingkari.
2. Kemudian dikoneksikan komputer dengan switch, kedua server dengan switch tersebut pula. Ingat,
gunakan yang bagian Fast Ethernet saja. Kabel yang digunakan adalah
copper straight trough.
Kemudian bila sudah dikoneksikan, maka langkan selanjutnya adalah melakukan konfigurasi
alamat IP (statik) sebagai berikut :
a. Pada Server 0 : IP Address : 192.168.123.1; Subnet mask : 255.255.255.0
b. Pada Server 1 : IP Address : 192.168.123.2; Subnet mask : 255.255.255.0
c. Pada komputer (PC0) : IP Address : 192.168.123.3; Subnet mask : 255.255.255.0
DNS : 192.168.123.2 ==> ini adalah alamt yang akan dituju nanti, Server 1 berperan
sebagai DNS Server.
3. Setelah dilakukan konfigurasi seperti pada nomor 2, maka dilakukan konfigurasi HTTP terlebih
dahulu, untuk langkah-langkahnya bisa dilihat di postingan yang
sebelumnya. Untuk setting pada
DNS sendiri , klik Server1, maka akan muncul tab properties Server1, Pada menu Services, pilih
DNS. Pastikan service DNS pada radio button pada posisi On. Pada kotak domain name isi
dengan nama domain tertentu. Contoh : tibandung.com. Pada kotak IP address isi dengan alamat
IP Server0/HTTP Server (192.168.123.1). Setelah itu klik tombol Add untuk menyimpan setting
DNS tersebut. Untuk lebih jelasnya lihat pada gambar di bawah ini .
4. Kemudian tinggal dilakukan percobaan pengaksesan alamat domain tersebut, klik komputer
(PC0), klik desktop, dan pilih web browser. Ketikkan tibabandung.com pada kotak URL, setelah
itu tekan tombol Enter atau klik tombol Go. Selain mengetikkan alamat domain diatas, bisa juga
langsung mengetikkan Alamat IP yang dituju. Apabila alamat tersebut berhasil diakses, maka hasil
akan muncul seperti pada gambar di bawah ini.
Kesimpulan dari simulasi diatas adalah resolving nama domain menjadi IP address memanfaatkan protokol DNS. Host yang menjalankan servis DNS disebut DNS Server. Server yang menjadi DNS adalah Server1, begitu ada akses ke tibabandung.com, maka Server1 akan mengkonversi domain tibabandung.com menjadi 192.168.123.1, dimana alamat IP 192.168.123.1 merupakan alamat Server0, dimana Server0 adalah Server0 berperan sebagai Server HTTP.
Sekian untuk posting kali ini. Terima kasih.